Kamis, 21 Januari 2016

Sejarah Budidaya Tanaman Anggur

Grape cross-section


Budidaya anggur mulai dilakukan 6.000-8.000 tahun yang lalu di dekat Timur Tengah. Anggur tertua di temukan di Armenia sekitar 4000 SM. Pada Abad ke -9 Masehi kota Shiraz dikenal untuk menghasilkan beberapa anggur terbaik di Timur tengah. Budidaya tanaman anggur kemudian menyebar ke wilayah lain di Eropa, serta Afrika Utara dan akhirnya di Amerika Utara.

Di Amerika Utara, anggur asli memiliki berbagai spesies dan genus Vitis berkembang baik di alam liar di seluruh benua. Anggur adalah jenis buah yang tumbuh dan memiliki berbagai warna merah, hitam, biru tua, kuning, hijau, orange, dan merah muda. "White" anggur sebenarnya berwarna hijau, dan evolusi berasal dari anggur ungu.
 
Anggur Komersial atau yang lebih kita kenal dengan Table Grape yang dibudidayakan biasanya dapat diklasifikasikan sebagai anggur meja. berdasarkan metode yang dimaksudkan adalah anggur dapat dikonsumsi mentah atau digunakan untuk pembuatan minuman. Sementara hampir semua dari table grape berasal dari spesies yang sama, Vitis vinifera. Table grape dan  Anggur wine memiliki perbedaan yang signifikan, dibawa melalui pembiakan selektif. Varietas grape table cenderung berukuran besar, dan kadang buah tanpa biji, dengan kulit yang relatif tipis. Sedangkan anggur wine berukuran lebih kecil, biasanya unggulan, dan memiliki kulit yang relatif tebal (karakteristik yang diinginkan dalam pembuatan wine, karena banyak aroma wine berasal dari kulit). Anggur wine juga cenderung sangat manis, buah dipanen pada saat kematangan buah sekitar 24% mengadung gula.

Anggur Tanpa Biji /Seedless Grape 
Kultivar anggur tanpa biji kini mencapai mayoritas penanaman jenis table grape. Karena buah anggur yang diperbanyak secara vegetatif dengan stek. Ada beberapa sumber dari sifat seedlessness, dan pada dasarnya semua pembudidaya anggur komersil mendapatkannya dari salah satu dari tiga sumber, yaitu : Thompson, Russian Seedless dan Black Monukka, semua menjadi kultivar Vitif vinifera. Saat ini ada lebih dari selusin varietas anggur tanpa biji. Beberapa, seperti Einset Seedless, Benjamin Gunnels's Prime seedless grapes, Reliance, dan Venus, telah secara khusus dibudidayakan.
  
Diindonesia sentra anggur terdapat di Jawa Timur (Probolinggo, Pasuruan, Situbondo), Bali (Buleleng) dan Nusa Tenggara Timur (Kupang). namun di skala penghobies tanaman anggur khususnya jenis kultivar grape table sudah menyebar diberbagai provinsi. 

Tanaman anggur dapat tumbuh dengan baik didaerah dataran rendah, terutama di tepi-tepi pantai, dengan musim kemarau yang panjang berkisar 4-7 bulan. Angin yang terlalu kencang kurang baik bagi tanaman anggur. Curah hujan rata-rata 800mm per tahun, keadaan hujan yang terus menerus dapat merusak premordia/bakal pembungaan yaitu tengah berlangsung serta dapat menimbulkan serangan hama dan penyakit. Sebaiknnya sinar matahari yang banyak/udara kering sangat baik bagi pertumbuhan vegetatif dan pembuahannya. Suhu rata-rata maksimal siang hari 31 derajat C dan suhu rata-rata minimal malam hari 23 derajat C dengan kelembapan udara 70-80%.

Tanah yang baik untuk tanaman anggur adalah mengandung pasir, lempung berpasir, subur dan gembur, banyak mengandung humus dan hara yang dibutuhkan. Derajat keasaman tanah yang cocok untuk budidaya anggur adalah 7 (netral) 


 Dari berbagai sumber dan https://id.wikipedia.org

Tidak ada komentar:

Posting Komentar